10Feb2018
Tepat hari ini kawanku menikah, entah sadar atau tidak,
aku tidak hadir dalam hari bahagia itu. Entah sengaja atau tidak, aku tak
menimbang keputusan untuk hadir dalam acara itu. Bukan tanpa alasan, aku hanya
tak mau merepotkan diri untuk datang di sela kesibukanku yang rapat. Waktunya
mungkin tidak bersahabat, meski ku paksakan diri, akalku tetap tak mau
bergerak.
Mungkin saja tak akan terlalu menjadi masalah dengan
ketidak hadiranku, sedekat apapun aku dan dia, masih banyak kawan lain yang
menjadi prioritasnya. Aku menjadi ragu dengan persahabatan, seberapa besar
keinginanku untuk mempertahankan hubungan yang erat, aku tak bisa mengalahkan
ego atas keadaan. Jarak sebagai alasan dan kesibukan yang menentang, hidupnya sudah
jauh berbeda, susah senang tak lagi kami jalani bersama, bahkan aku tak ingat
kapan waktu terakhir kami berkumpul.
Rasanya sudah lama, sejak waktu itu rasanya lebih dari
bertahun-tahun. Bukannya kami tak lagi berkawan, hanya dari sisi egoku yang tak
mendukung, pernah ku ingat diantara kami yang menuliskan kata-kata rindu, yang
sempat membuatku berkata, aku harus pulang dan bertemu dengan mereka, berkumpul
dan melepas rindu bersama.
Tidak dengan waktu lama, rasa itu pergi bersamaan dengan
kabar gembira, salah satu dari kami yang akan menikah, membuatku takut, bisakah
akan berkumpul kembali ?. Semenjak kabar itu tiba, rasanya.. hanya aku yang tak
tahu cerita hidup mereka. Bukan karena ku tak perduli, mungkin aku tak punya
waktu untuk tahu.
Tepat hari ini kawanku menikah, tak ada kabar tak ada
sapa, hanya aku yang terlupa. Maklum saja, siapa aku yang tak punya waktu untuk
bersama, sudahlah dilupakan di hari bahagia. Tanya kehadiran itu tak akan
datang. Ada atau tidak diriku di benak mereka, seluruh doa kebahagiaan dan
ucapan selamat kuhadiahkan untuk semua kawanku yang tengah berbahagia.
#Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar