Senin, 23 Oktober 2017

cerpen "Bernyanyi di Bulan"



Bernyanyi di Bulan

  

Pukul empat sore, akhirnya kelas yang membosankan ini selesai. Keluar dari kelas aku langsung berlari menengok kelas menyanyi, wahaa.. sedang uji individu rupanya. Aku menatap para mudrid itu dengan rasa kagum, seandainya aku juga berasa disana. Satu jam lebih aku senyum-senyum di luar kelas membayangkan aku juga bisa bernyanyi bersama mereka. Kelas berakhir semua murid bergegas pulang, aku beranjak pulang.

Sampainya dirumah ibu sudah menyiapkan makan malam, aku pergi mandi dan bersiap ke meja makan. Ayah bertanya bagaimana kelasku hari ini, aku jawab semuanya lancar baik-baik saja. Ayah ibu mendukung ku mengambil kelas etika, aku turuti saja karena keluarga kami tak satupun yang bersentuhan dengan seni, aku takut mengungkapkan kegemaranku bernyanyi.

Makan malam selesai, aku masuk kamar dan belajar, ku pasang earphone dan menyetel musik, bibirku bergerak-gerak menyanyikan setiap lagu yang terputar. Beginilah aku belajar sembari bernyanyi, setidaknya aku masih bisa bernyanyi meski tak seorangpun yang mendengarnya.

Rasa kantuk mulai datang, ku baringkan tubuhku dan mataku terasa berat. Terdengar suara ketukan di balik jendela, aku menoleh dan mengamati suara itu. terdengar keras tak berhenti, aku bangkit dari ranjang, menyibakkan tirai jendela, bayangan hitam seperti seorang perempuan. Ku buka jendela kamarku, terlihat sosok perempuan bersayap di hadapanku. Mataku terbuka lebar, mulutku menganga tak percaya. Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya, tanpa sadar tanganku telah tergenggam olehnya, kakiku tak lagi berpijak di lantai rambutku berterbangan tertiup angin, ia membawaku terbang tinggi sampai ke bulan.

Tanganku di lepasnya, dan tubuhku melayang-layang di udara. Aku melihat bumi bercahaya indah. Bintang-bintang mengelilingiku ramai, sayup-sayup terdengar alunan musik klasik. Ku gerakkan tubuhku mendekat ke arah suara. Bintang-bintang berjajar rapi seakan sedang mononton sebuah konser. Perempuan bersayap itu menuntunku ke tengah bintang-bintang. Alunan musik yang ku kenal, perempuan itu memberi isyarat agar aku segera bernyanyi.

Aku mengangguk, suaraku terdengar merdu menyatu dengan alunan musik. Tanganku mulai menari, seluruh bintang ikut menari. Aku bernyanyi di bulan di saksikan para bintang-bintang yang bercahaya. Sampai bagian klimaks lagu , suaraku lantang menggelegar ke seluruh penjuru langit, riuhan tepuk tangan terdengar kencang, angin menyambar-nyambar tubuhku, ku pejamkan mataku, bibirku tersenyum bangga, “yaah.. seperti inilah yang ku inginkan, menjadi diriku sebenarnya, bernyanyi dan menari..”

Aku kembali membuka mata, dahiku mengkerut, mataku silau terkena sinar matahari yang menyelinap masuk melalui celah-celah jendela. Aku tersentak bangun dari tempat tidur, mimpi ataukah nyata yang semalam itu? aku menuju jendela menyibakkan tirai, jendela sudah terbuka, benar semalam aku pergi lewat jendela, tapi aku tidak ingat bagaimana aku pulang dan tertidur di tempat tidurku. Bibirku tersenyum mengingat mimpi semalam yang terasa sangat nyata. Betapa beruntungnya mendapat kesempatan bernyanyi di bulan di iringi musik yang indah, dengan jutaan bintang-bintang yang bercahaya. Mimpi atau nyata, ini adalah pengalamanku yang sangat luar biasa.





#Syta_dwyRiskhi 23/10/2017


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar