Bernyanyi
di Bulan
Pukul
empat sore, akhirnya kelas yang membosankan ini selesai. Keluar dari kelas aku
langsung berlari menengok kelas menyanyi, wahaa.. sedang uji individu rupanya. Aku
menatap para mudrid itu dengan rasa kagum, seandainya aku juga berasa disana. Satu
jam lebih aku senyum-senyum di luar kelas membayangkan aku juga bisa bernyanyi
bersama mereka. Kelas berakhir semua murid bergegas pulang, aku beranjak
pulang.
Sampainya
dirumah ibu sudah menyiapkan makan malam, aku pergi mandi dan bersiap ke meja
makan. Ayah bertanya bagaimana kelasku hari ini, aku jawab semuanya lancar baik-baik
saja. Ayah ibu mendukung ku mengambil kelas etika, aku turuti saja karena
keluarga kami tak satupun yang bersentuhan dengan seni, aku takut mengungkapkan
kegemaranku bernyanyi.
Makan malam
selesai, aku masuk kamar dan belajar, ku pasang earphone dan menyetel musik,
bibirku bergerak-gerak menyanyikan setiap lagu yang terputar. Beginilah aku
belajar sembari bernyanyi, setidaknya aku masih bisa bernyanyi meski tak
seorangpun yang mendengarnya.
Rasa kantuk
mulai datang, ku baringkan tubuhku dan mataku terasa berat. Terdengar suara
ketukan di balik jendela, aku menoleh dan mengamati suara itu. terdengar keras
tak berhenti, aku bangkit dari ranjang, menyibakkan tirai jendela, bayangan
hitam seperti seorang perempuan. Ku buka jendela kamarku, terlihat sosok
perempuan bersayap di hadapanku. Mataku terbuka lebar, mulutku menganga tak
percaya. Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya, tanpa sadar tanganku telah
tergenggam olehnya, kakiku tak lagi berpijak di lantai rambutku berterbangan
tertiup angin, ia membawaku terbang tinggi sampai ke bulan.
Tanganku di
lepasnya, dan tubuhku melayang-layang di udara. Aku melihat bumi bercahaya
indah. Bintang-bintang mengelilingiku ramai, sayup-sayup terdengar alunan musik
klasik. Ku gerakkan tubuhku mendekat ke arah suara. Bintang-bintang berjajar
rapi seakan sedang mononton sebuah konser. Perempuan bersayap itu menuntunku ke
tengah bintang-bintang. Alunan musik yang ku kenal, perempuan itu memberi
isyarat agar aku segera bernyanyi.
Aku mengangguk,
suaraku terdengar merdu menyatu dengan alunan musik. Tanganku mulai menari,
seluruh bintang ikut menari. Aku bernyanyi di bulan di saksikan para
bintang-bintang yang bercahaya. Sampai bagian klimaks lagu , suaraku lantang
menggelegar ke seluruh penjuru langit, riuhan tepuk tangan terdengar kencang,
angin menyambar-nyambar tubuhku, ku pejamkan mataku, bibirku tersenyum bangga, “yaah.. seperti inilah yang ku inginkan,
menjadi diriku sebenarnya, bernyanyi dan menari..”
Aku
kembali membuka mata, dahiku mengkerut, mataku silau terkena sinar matahari
yang menyelinap masuk melalui celah-celah jendela. Aku tersentak bangun dari
tempat tidur, mimpi ataukah nyata yang semalam itu? aku menuju jendela
menyibakkan tirai, jendela sudah terbuka, benar semalam aku pergi lewat jendela,
tapi aku tidak ingat bagaimana aku pulang dan tertidur di tempat tidurku. Bibirku
tersenyum mengingat mimpi semalam yang terasa sangat nyata. Betapa beruntungnya
mendapat kesempatan bernyanyi di bulan di iringi musik yang indah, dengan jutaan
bintang-bintang yang bercahaya. Mimpi atau nyata, ini adalah pengalamanku yang
sangat luar biasa.
#Syta_dwyRiskhi 23/10/2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar