Keterkaitan
antara peran dan fungsi PRO dengan peran dan fungsi PRO dalam manajemen krisis
Peran PRO dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu peranan manajerial dan peran teknis. Dalam
manajemen krisis, peran PRO merupakan sebagian dari manajemen dalam
mengantisipasi dan menangani masalah krisis hingga pasca krisis, serta
pemulihan citra atau reputasi sebuah perusahaan atau lembaga.
Dalam fungsinya
baik dalam manajemen krisis maupun dalam fungsi utama PRO saling keterkaitan
dimana keduanya sama-sama menjaga citra positif sebuah perusahaan atau lembaga
tempat dimana praktisi PR bekerja, diantaranya :
1. Menunjang
aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan, PR harus memahami visi dan
misi perusahaan agar dapat mencapai tujuan perusahaan, PR memiliki agenda kerja
dan menguasai SOP (standar operasional proseur), hal ini berkaitan dengan Technician Communication, dimana PR dianggap sebagai pelaksana
teknis yang menyediakan serta mengaplikasikan strategi komunikasi dan berbagai
layanan lain untuk menunjang tujuan perusahaan.
2. Manajemen
stakeholder, PR sebagai Communication Facilitator tugasnya sebagai jembatan
komunikasi antara pihak-pihak yang terkait, baik komunikasi antar pemangku
kepentingan pada perusahaan maupun perusahaan pada pemangku kepentingan yang
terkait.
3. Fungsi client
handling, bagaimana PR mengidentifikasi opini, persepsi,
kritik atau saran dari client, memberi solusi dan ada tindak lanjutnya,
berkaitan dengan peran dan fungsi PR sebagai Communication Facilitator
yang berada ditengah bila terjadi suatu kesalahan komunikasi , PR yang
menyampaikan segala masukan dari bawah ke pimpinan, dan dari publik eksternal
kepada internal dan sebaliknya.
4. Konsultan, berkaitan
dengan peran dan fungsi PRO dalam manajerial dalam fungsi manajerial PR
merupakan expert communicator yakni
orang yang ahli dalam komunikasi, PR menasehati pimpinan dalam pengambilan
kebijakan maupun keputusan dan menyampaikannya pada publik.
Analisis Stakeholder sebuah Perusahaan
|
Nama
Perusahaan
|
Stakeholder
|
Klasifikasi
|
Efek
|
|
|
Perusahaan Asuransi
|
Pelanggan /nasabah
|
Tinggi
|
Pelanggan memberikan efek besar, karena
merekalah yang membuat perusahaan dapat berputar dan menghidupi seluruh
anggota perusahaan.
|
|
|
Pemegang saham
|
Tinggi
|
Pemegang sagam merupakan faktor
utama berdirinya sebuah perusahaan, sehingga keberadaannya memberikan efek
yang besar terhadap perusahaan, karena ia memulai jalannya suatu perusahaan.
|
||
|
Pemerintah
|
Sedang
|
Pemerintah memberikan efek sedang
terhadap perusahaan, pemerintah berlaku sebagai pusat tata aturan maupun perundang-undangan
yang mengikat perusahaan. Sehingga kebijakan perusahaan masih dalam aturan
perundang-undangan.
|
||
|
Karyawan
|
Tinggi
|
keberadaan karyawan juga memberikan
efek yang tinggi, karena tanpa adanya karyawan yang bekerja, perusahaan tidak
akan bergerak dan tidak akan ada kemajuan, segala aktivitas dan kegiatan
perusahaan bergantung pada keberadaan karyawan.
|
||
|
Masyarakat
|
Sedang
|
Masyarakat memberikan efek sedang,
karena masyarakat dapat mempengaruhi citra, bagaimana perusahaan melakukan
tanggungjawab sosialnya, sehingga ia dipandang baik oleh masyarakat dan
keberadaannya tidak terancam oleh berita negatif dari masyarakat.
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar