Sabtu, 11 November 2017

cerpen "Aku yang TerTolak"



Aku yang TerTolak


Bagaimana kalau nonton bola ? dia menawariku pergi nonton bola, maklum saja cowok yang satu ini penggila bola sejati, aktif main bola, aktif nonton bola, aktif jadi pendukung salah satu club bola. Awal kedekatan kami juga dari bahasan seputar bola.

Singkat cerita kami saling perhatian, dan mendukung satu sama lain, setiap kegiatan kami ceritakan, beberapa kali bercanda membahas masa depan, dan sesekali mengungkap rasa kagum.

Tahun berganti tahun, aku merasa ada yang lain, sikap dan perhatiannya membuatku merasa tersanjung, tetapi mengingat bahasan kami hanya seputar bola, membuatku bosan, dan tak bisa bohongi diri. Sampai diketika ia memberiku semangat untuk masuk universitas, aku yakin dia juga merasa hal yang sama, sikapnya menunjukkan hal berbeda.

Aku berpikir keras, bagaimana kalau hubungan ini berlanjut ? apakah hanya ada bola di hidupnya ? aku memutuskan diri untuk tidak menerima perasaannya, andai kata ia mengungkapkan perasaannya padaku, aku tidak mau menerimanya.

Bulan berganti bulan, tak ada ungkapan apapun darinya, membuatku geregetan pada perasaanku sendiri, aku kembali berpikir keras, dan memutuskan sikapku, tepat dihari ulang tahunku, ia mengucapkan selamat dan beberapa kalimat yang membuatku melayang.

Dengan segenap keberanian dan emosi, aku putuskan aku saja yang mengungkapkan perasaanku padanya, aku mempunyai perasaan lebih sekedar teman padanya. Beberapa saat setelah aku mengungkapkan perasaanku, aku mendapat jawaban darinya.

Yahhh.... dia tidak bisa menerima perasaanku, dia menolakku karena alasan yang tak bisa ia ungkapkan, kenapa ?!! alasan apa ?!!, hanya aku yang punya perasaan ini ? aku sudah berencana menolaknya, apabila ia mengungkapkan perasaannya, tapi malah aku yang ditolak olehnya ??. Sepertinya aku harus lebih sering nonton bola, hmmmn..... 





#Yogyakarta_11/11/2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar