Aku
yang TerTolak
Bagaimana
kalau nonton bola ? dia menawariku pergi nonton bola, maklum saja cowok yang
satu ini penggila bola sejati, aktif main bola, aktif nonton bola, aktif jadi
pendukung salah satu club bola. Awal kedekatan kami juga dari bahasan seputar
bola.
Singkat
cerita kami saling perhatian, dan mendukung satu sama lain, setiap kegiatan
kami ceritakan, beberapa kali bercanda membahas masa depan, dan sesekali
mengungkap rasa kagum.
Tahun
berganti tahun, aku merasa ada yang lain, sikap dan perhatiannya membuatku
merasa tersanjung, tetapi mengingat bahasan kami hanya seputar bola, membuatku
bosan, dan tak bisa bohongi diri. Sampai diketika ia memberiku semangat untuk
masuk universitas, aku yakin dia juga merasa hal yang sama, sikapnya menunjukkan
hal berbeda.
Aku
berpikir keras, bagaimana kalau hubungan ini berlanjut ? apakah hanya ada bola
di hidupnya ? aku memutuskan diri untuk tidak menerima perasaannya, andai kata
ia mengungkapkan perasaannya padaku, aku tidak mau menerimanya.
Bulan
berganti bulan, tak ada ungkapan apapun darinya, membuatku geregetan pada
perasaanku sendiri, aku kembali berpikir keras, dan memutuskan sikapku, tepat
dihari ulang tahunku, ia mengucapkan selamat dan beberapa kalimat yang
membuatku melayang.
Dengan
segenap keberanian dan emosi, aku putuskan aku saja yang mengungkapkan
perasaanku padanya, aku mempunyai perasaan lebih sekedar teman padanya. Beberapa
saat setelah aku mengungkapkan perasaanku, aku mendapat jawaban darinya.
Yahhh....
dia tidak bisa menerima perasaanku, dia menolakku karena alasan yang tak bisa
ia ungkapkan, kenapa ?!! alasan apa ?!!, hanya aku yang punya perasaan ini ?
aku sudah berencana menolaknya, apabila ia mengungkapkan perasaannya, tapi
malah aku yang ditolak olehnya ??. Sepertinya aku harus lebih sering nonton
bola, hmmmn.....
#Yogyakarta_11/11/2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar