Hidup
Dalam Mimpi
Hari
ini aku mendapat sial, sepulang dari wawancara pekerjaan aku mendapati dia
sedang berjalan bersama seorang wanita, aku memanggilnya dengan sengaja,
memastikan siapa wanita itu, terlihat terkejut dan canggung untuk menyapaku,
mereka tertangkap basah.
Malam
ini aku merasa aneh, perasaanku hilang, pikiranku kosong, meski aku sedih air
mataku tak mau menetes, apa yang terjadi pada diriku?, jendela kamar terbuka,
tirainya bergerak-gerak tertiup angin. Aku mendekat dan menatap langit malam
ini, andaikan aku bisa mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan, mungkin
aku tak akan mendapat sial.
Umurku
sudah dipertanyakan, kapan aku mendapat pekerjaan yang mapan dan mempunyai
kekasih yang siap menikahiku?, ah... rasanya aku tak ingin hidup di dunia ini,
kenyataan yang kualami membuatku merana.
Aku
merebahkan tubuhku di ranjang, memejamkan mata dan berharap aku bermimpi indah,
ohh... malam aku sudah mendapat kesedihan di hari ini, aku mohon buatlah
malamku menjadi indah.
Mataku
terbuka, entah apa yang terjadi aku berada di sebuah pesta, memakai gaun indah,
rambutku disanggul dan sepatu yang tinggi, membuatku terlihat anggun. Sosok laki-laki
menghampiriku, mengulurkan tangannya dan mengajakku berdansa.
Tak
perduli apa yang terjadi, aku menikmati suasana ini, pria yang tampan, alunan
musik yang tenang, dan gerakan dansa yang seirama. Dia menatapku dengan
senyuman, aku membalas senyumnya, dan kami larut dalam suasana.
Mataku
terbuka, senyumku masih merekah di wajah, aku mendapati diriku di kamar, ahh..
apakah ini mimpi ?!!! senyumanku hilang, aku tak terima itu berakhir begitu
saja, aku memejamkan mataku, memaksakan diri untuk tidur, aku tak mau bangun
dari tidurku, aku tak mau meninggalkan mimpi indahku.
Aku
mengabaikan hari-hari yang melelahkan, aku tetap pada posisiku, menghadirkan
kembali mimpi indah itu. Aku mau hidup didalam mimpi itu saja, aku tak perduli
jika harus meninggalkan dunia nyata yang melelahkan ini. Aku hanya ingin
bermimpi dan bermimpi.
#Yogyakarta_11/11/2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar