Selasa, 14 November 2017

cerpen "Sahabat Terburuk"



Sahabat Terburuk


“Dea...? aku akan menikah akhir tahun ini” Dea membaca pesan dari Aya, wajahnya seketika datar. Ia tak percaya dengan pesan Aya, lalu Dea mengirim pesan di grup obrolan yang memuat ke tiga sahabatnya. Mencoba mencari kebenaran tentang kabar pernikahan itu.

Semuanya membenarkan, Dea baru terkejut, ia bertanya siapa cowok itu, asal darimana dan kapan di adakan pertunangan. Aya menjawab sebenarnya Dea tahu siapa cowok itu dan darimana asalnya. Tapi Dea menyangkal tidak mengenal cowok itu.

Kemudian Nana memberi kabar, Aya sudah melakukan pertunangan sejak jauh-jauh hari, Dea kembali terkejut, Aya juga mengabarkan pertunangannya sudah di susul oleh Nana, Dea tambah terkejut. Dea sedikit kecewa, dia tak tahu tentang kabar itu sebelumnya, dia menambahkan apa Vivi juga sudah? Tapi Vivi langsung hadir membantahnya.

Dea keluar dari grup, dia merasa kecewa pada para sahabatnya itu. Selang beberapa menit, Dea membuka pesan dari Aya, melihat foto calon suami Aya, Dea ingat dia adalah kaka kelas waktu SMP. Dea baru sadar selama ini ia tak pernah bertanya tentang cowok pada para sahabatnya, mengingatkan Dea akan masa sekolah dulu.


**********
Kelas matematika, bu guru menjelaskan beberapa rumus, memberi contoh soal, dimanapun dan apapun materinya contoh soal selalu mudah di kerjakan, beda dengan soal tugas atau soal ujian, bikin pusing tujuh keliling. Dea tak pandai di bidang matematik, dia angkat tangan soal hitung-menghitung.

Nana teman sebangkunya pandai dalam bidang tersebut, meski awalnya tak paham, tapi ia selalu berusaha mempelajarinya sampai bisa, Vivi duduk di belakang Nana dan Dea, sebenarnya tak ada yang ia kuasai, tetapi berkat keberuntungannya ia selalu mendapat nilai tinggi, Aya teman sebangku Vivi, tak terlalu pandai tapi bisa mengerjakan tugas dari semua mata pelajaran.

Ke empatnya bersahabat mulai dari sekolah menengah pertama, hingga sekarang duduk di bangku menengah atas. Dea tak terlalu hits di sekolah, sikapnya dingin dan tak mau tau urusan orang. Vivi yang selalu beruntung adalah murid hits di kalangan satu angkatan dan kaka kelas, parasnya yang cantik dan body nya yang ideal jadi penunjang dirinya.

Nana juga juga tidak terlalu hits, tapi lebih dari Dea, Nana lebih di kenal oleh satu angkatan karena punya banyak saudara, sedangkan Aya punya kesamaan dengan Vivi, yah tidak beda jauhlah.

Semua berjalan normal dan menyenangkan, sampai hari dimana ada sedikit perubahan, dimana Vivi dan Aya sering di sapa sana-sini, bisa di katakan banyak cowok yang suka cuat-cuit ke mereka.

Nana, anteng-anteng saja, sedari lulus SMP ia sudah punya gandengan. Tak kalah saing Aya juga sudah punya gandengan, tetapi masih jadi idola para kaka kelas. Dea ?.. emmmmm sebenarnya dia pernah punya, tapi tidak bertahan dan itu membuatnya sedikit sensi pada cowok, ia menyama ratakan karakter cowok.

Setiap jalan, Vivi dan Aya selalu terhenti di cegat para cowok, berbincang ini dan itu saling menggombal dan bercanda, menurut Dea tak ada kepentingan dia disana, ia pergi dan meninggalkan sahabatnya.

Di kelas Vivi dan Aya selalu membahas cowok-cowok itu, Nana selalu rajin bertanya dan mereka bersemangat menceritakannya. Dea yang dingin dan cuek bahkan tak mau mendengarkan selagi tak ada keuntungan baginya, dia tak mau terlibat.

Sampai Dea benar-benar tak tahu apa-apa tentang para sahabatnya itu, ia jarang menanyakan apa yang tengah di alami mereka, Dea tak minat bertanya atau mendengarkan cerita jika itu menyinggung tentang cowok. Dea lebih menaruh perhatian pada cerita mereka tentang keluarga.

Karena sering menghadapi para cowok bersama, Vivi dan Aya makin solid, Nana yang konsen masuk Universitas makin giat belajar, terutama perhitungan, Dea tak tau siapa cowok-cowok yang di maksud, dia tak ingin mendengarkan lagi, Dea juga anti perhitungan dia tak mau bergabung belajar bersama Nana, hubungan itu mulai renggang.


*********
Saat itu entah para sahabatnya yang menjauh atau Dea yang terlalu egois. Setelah mendengar kabar pernikahan itu Dea mengerti, nampaknya dia bukanlah sahabat yang baik.

Dea merasa ia adalah sahabat terburuk..!! Dea meminta maaf, ia merasa bersalah. Dea tak pernah memperhatikan dengan siapa para sahabatnya itu berpasangan, meski mereka menceritakannya tapi Dea tak menggubrisnya, ia tak perduli padahal pasangan adalah hal yang penting dalam hidup, Dea merasa menyesal.

Tetapi Nana membantahnya, baginya dan yang lain Dea adalah sahabat baik, meski tak selalu ada, tapi Dea selalu memberi semangat pada yang lain.

“Mungkin Dea tak tau tentang cowok yang akan jadi pendamping hidup kita, tetapi Dea selalu tau saat kita sedang terpuruk, Dea selalu memberi semangat dan dukungan bagi kita, Dea yang rajin mengisi kolom komentar kita saat status kita menunjukkan ke galauan. itu adalah sahabat yang baik, ada di saat kita butuh kekuatan. Jangan pergi Dea...kita adalah sahabat”




#Yogyakarta_14-11-2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar