Sabtu, 17 Februari 2018

PUISI |BUKU|



BUKU

Tertutup rapat penuh debu
Tak ada yang menyentuhku
Diam sendiri terbelenggu
Tiada yang memperdulikanku
Kapan terakhir aku dibuka
Aku tak ingat waktunya
Dulu selalu berguna
Sebelum benda itu tiba
Sampulku hampir tak terbaca
Tertutup debu dan noda
Sendiri di ruang berkaca
Tak satupun yang membuka



#Yogyakarta, 17 Feb 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Anak Gadis Ayah


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-5390189565408946",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Puisi
Anak Gadis Ayah
Oleh : Syta Dwy Riskhi

Harum Bunga Melati Merebak
Memberi Khas Indahnya Hari ini
Bibir merah yang terus tersenyum
Hiasan rambut yang menawan
Gaun indah yang begitu anggun
Membalut diri dalam kebahagiaan
Ucapan sumpah janji sehidup semati
Penantian yang berujung pada tujuan

Ayah.. ini anak gadismu Telah tergenggam tangannya
Oleh seorang laki-laki .. Ayah.. ini anak gadismu
Hati, dan jiwa nya menyatu bersama seorang laki-laki
Aku dibesarkan dalam ayunan kasih sayangmu ayah
Dan kini aku akan meninggalkan rumahmu ayah
Begitu sulit untuk melepas diri dari kenangan
Aku akan mengingat suka duka bersamamu ayah
Seluruh kerja keras dan pengorbanan mu ..
Terimakasih ayah...

Sabtu, 10 Februari 2018

Surat KeEgoisanQ, untuk KawanQ



10Feb2018


Tepat hari ini kawanku menikah, entah sadar atau tidak, aku tidak hadir dalam hari bahagia itu. Entah sengaja atau tidak, aku tak menimbang keputusan untuk hadir dalam acara itu. Bukan tanpa alasan, aku hanya tak mau merepotkan diri untuk datang di sela kesibukanku yang rapat. Waktunya mungkin tidak bersahabat, meski ku paksakan diri, akalku tetap tak mau bergerak.

Mungkin saja tak akan terlalu menjadi masalah dengan ketidak hadiranku, sedekat apapun aku dan dia, masih banyak kawan lain yang menjadi prioritasnya. Aku menjadi ragu dengan persahabatan, seberapa besar keinginanku untuk mempertahankan hubungan yang erat, aku tak bisa mengalahkan ego atas keadaan. Jarak sebagai alasan dan kesibukan yang menentang, hidupnya sudah jauh berbeda, susah senang tak lagi kami jalani bersama, bahkan aku tak ingat kapan waktu terakhir kami berkumpul.

Rasanya sudah lama, sejak waktu itu rasanya lebih dari bertahun-tahun. Bukannya kami tak lagi berkawan, hanya dari sisi egoku yang tak mendukung, pernah ku ingat diantara kami yang menuliskan kata-kata rindu, yang sempat membuatku berkata, aku harus pulang dan bertemu dengan mereka, berkumpul dan melepas rindu bersama.

Tidak dengan waktu lama, rasa itu pergi bersamaan dengan kabar gembira, salah satu dari kami yang akan menikah, membuatku takut, bisakah akan berkumpul kembali ?. Semenjak kabar itu tiba, rasanya.. hanya aku yang tak tahu cerita hidup mereka. Bukan karena ku tak perduli, mungkin aku tak punya waktu untuk tahu.

Tepat hari ini kawanku menikah, tak ada kabar tak ada sapa, hanya aku yang terlupa. Maklum saja, siapa aku yang tak punya waktu untuk bersama, sudahlah dilupakan di hari bahagia. Tanya kehadiran itu tak akan datang. Ada atau tidak diriku di benak mereka, seluruh doa kebahagiaan dan ucapan selamat kuhadiahkan untuk semua kawanku yang tengah berbahagia.


#Yogyakarta

Selasa, 06 Februari 2018

Puisi | BINTANG


Titik itu di langit
Membunuh malam sengit
Berkelap-kelip cahayanya
Menghias langit angkasa

Begitu tinggi ia bersinar
Membuat mata berbinar
Manusia menyebutnya bintang
Bila siang datang ia menghilang


#Yogyakarta06Feb18

Senin, 01 Januari 2018

PUISI | CINTA



Cinta

Aku hanyalah gadis biasa
Tiada harta tiada tahta
Mengapa harus bertemu dia
Pemuda yang punya segala
Apa salah adanaya cinta
Perkenalan sudah bermula
Saling bertegur sapa

Mengapa dia yang ku puja
Gadis biasa tak punya apa-apa
Tapi mengapa dia membalasnya
Ketika semuanya tak terima
Mana pantas bersanding dengannya
Caci maki yang ku terima
Haruskah aku melepasnya
Sadar diri tak punya kuasa
Aturan yang membelenggu cinta

Si miskin menyinta si kaya
Si budak menyinta sang raja
Tak cukup saling menyinta
Emas permata harus kupunya.



#Yogyakarta01/01/2018
Syta dwy riskhi