Tampilkan postingan dengan label #PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #PUISI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2020

"Surat Darimu"


Kegembiraan Hatiku ini hampir tak dapat ku ungkapkan,

Kau tahu kenapa?

Sudah lama engkau tiada mengirim surat

Kini hatiku tengah berbahagia, kau tahu?

Rasanya aku tak bosan-bosannya membaca suratmu

Meski hanya melalui kata-kata yang kau tulis

Aku merasa berhadapan langsung denganmu


Makin hari rindu itu semakin menggebu gebu

Ingin rasanya untuk bisa selalu dekat denganmu, kau tahu?

Setiap kata yang kau tuliskan dalam suratmu

Seolah olah telah melekat di hatiku

Tak ada lagi harapanku padamu

Selain harapan hari dimana engkau kembali

Untuk kita bersanding di singgasana cinta



_____

Batang, Desember 2020

#dwy_rr

Sajak Untuk Kawan



Rintik gerimis turun di siang hari.

Jauh dari langit sana terdengar gemuruh guntur bergetar teratur.

Tidak menakutkan tidak pula mengagetkan. Senada seirama dengan turunnya titik air itu.

Guntur bersuara, ku teringat dia, seseorang yang banyak membantuku di Jogja. Belum sempat balas budi, kusudah pergi.

Kini setahun sudah tak bersua, ku doakan agar dia selalu bahagia 





_____

Jateng 18 Desember 2020

 

Kamis, 17 Desember 2020

Air Luka

Bergetar kilat di angkasa, deras hujan mengguyur bumi dia masih terpaku dalam sunyi..

Hujan semakin deras, titik-titik air itu jatuh menggebu gebu, seakan inilah puncak penyimpanan hati..

Dia tak mampu mendongak dan membuka mata, butiran air yang lembek itu rupanya bisa menyakiti..

Serupa rasa yang pernah terukir dalam relung hati, ia begitu indah dan penuh harap pasti..

Hingga ukiran itu, semakin menyayat, menggores luka menciptakan tetesan darah tiada henti.. 




_____

Batang, Desember 2020


Sebuah Rasa

 Lihat, cahaya matahari bersinar terang hari ini..

Kemarin kau begitu menyukai gelap..

Dengar burung berkicau riang kesana kemari..

Bagaimana kau bisa mendapatkan sayap..

Dia tersenyum, lengkungannya bagai pelangi..

Ocehannya membuat dia ingin mendekap..

Lihat, cahaya matahari bersinar hari ini,

Akankah Perasaan bahagia itu akan dia ungkap..??




_____

Yogyakarta 17 Desember 2020





Minggu, 13 September 2020

Puisi Senja

Tadi masih terang bercahaya, bumi yang kupijak masih terlihat subur

Entah apa yang sudah kulalui, entah bagaimana hari ini berlalu pergi

Cahaya itu sudah meredup berganti warna, merah atau jingga disebutnya??

Senja... Sebut dia Senja. Kepakan sayap burung memanggil dia Senja

Mereka bilang senja indah? Banyak bait puisi tecipta dari senja??

Lalu kenapa puisiku terkesan suram, warnanya redup hampir menghitam

Remang-remang hingga gelap dominan menyertai hari ini,,hari yang segera berganti



_____

Jawa Tengah 13 Sepetember

Sabtu, 12 September 2020

Puisi "Malam Minggu"

 

Eh langit sudah gelap

Mataku mulai terlelap

Eh itu mereka berdua

Tangannya mulai meraba

Eh bintang di langit nampak bertebaran

Sama seperti mereka saling bergandengan

Eh Aku teguk lagi botol ditangan

Mulutku mengumpat pada setiap pasangan

Eh ini Malam Minggu..!!! 

Hanya aku yang duduk termangu

_______

Sabtu 12 September 2020

Jawa Tengah

Sabtu, 17 Februari 2018

PUISI |BUKU|



BUKU

Tertutup rapat penuh debu
Tak ada yang menyentuhku
Diam sendiri terbelenggu
Tiada yang memperdulikanku
Kapan terakhir aku dibuka
Aku tak ingat waktunya
Dulu selalu berguna
Sebelum benda itu tiba
Sampulku hampir tak terbaca
Tertutup debu dan noda
Sendiri di ruang berkaca
Tak satupun yang membuka



#Yogyakarta, 17 Feb 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Anak Gadis Ayah


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-5390189565408946",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Puisi
Anak Gadis Ayah
Oleh : Syta Dwy Riskhi

Harum Bunga Melati Merebak
Memberi Khas Indahnya Hari ini
Bibir merah yang terus tersenyum
Hiasan rambut yang menawan
Gaun indah yang begitu anggun
Membalut diri dalam kebahagiaan
Ucapan sumpah janji sehidup semati
Penantian yang berujung pada tujuan

Ayah.. ini anak gadismu Telah tergenggam tangannya
Oleh seorang laki-laki .. Ayah.. ini anak gadismu
Hati, dan jiwa nya menyatu bersama seorang laki-laki
Aku dibesarkan dalam ayunan kasih sayangmu ayah
Dan kini aku akan meninggalkan rumahmu ayah
Begitu sulit untuk melepas diri dari kenangan
Aku akan mengingat suka duka bersamamu ayah
Seluruh kerja keras dan pengorbanan mu ..
Terimakasih ayah...

Selasa, 06 Februari 2018

Puisi | BINTANG


Titik itu di langit
Membunuh malam sengit
Berkelap-kelip cahayanya
Menghias langit angkasa

Begitu tinggi ia bersinar
Membuat mata berbinar
Manusia menyebutnya bintang
Bila siang datang ia menghilang


#Yogyakarta06Feb18

Senin, 01 Januari 2018

PUISI | CINTA



Cinta

Aku hanyalah gadis biasa
Tiada harta tiada tahta
Mengapa harus bertemu dia
Pemuda yang punya segala
Apa salah adanaya cinta
Perkenalan sudah bermula
Saling bertegur sapa

Mengapa dia yang ku puja
Gadis biasa tak punya apa-apa
Tapi mengapa dia membalasnya
Ketika semuanya tak terima
Mana pantas bersanding dengannya
Caci maki yang ku terima
Haruskah aku melepasnya
Sadar diri tak punya kuasa
Aturan yang membelenggu cinta

Si miskin menyinta si kaya
Si budak menyinta sang raja
Tak cukup saling menyinta
Emas permata harus kupunya.



#Yogyakarta01/01/2018
Syta dwy riskhi