Misteri Galon Mekar
“Malam ini mau makan apa?” Sasa
menanyakan menu makan malam ini padaku, aku menunjukkan ekspresi berfikir. “Ayam geprek?” jawabku mengusulkan, “oke ide bagus!” Sasa
menyetujui. Musyawarah yang singkat, malam-malam sebelumnya juga makan menu
yang sama. Hidup sebagai anak kos-kosan dengan jatah bulanan yang pas-pasan,
tidak banyak pilihan untuk sekedar makan. Sepulang membeli makan, aku dan Sasa
masuk kamar dan mulai mengisi perut yang lapar. “Martha !, besok jalan yuk?!” Sasa ngajak jalan di hari libur besok, kemana
? tanyaku “ya..jalan-jalan aja kemana
gitu” , “heleh.. ngajak jalan-jalan terus tapi gak ada tujuan, paling juga
gagal lagi” kataku sebel.
Greekk....!!!!!!!
terdengar suara pintu terbuka, “permisi..!!”
suara cowok berteriak, aku dan Sasa saling menatap diam. “permisi..!!” ia kembali bersuara. Sasa menengok
keluar kamar, melihat siapa cowok itu. “galon
mbak?!” kata si cowok, “galon?,
Martha, kamu pesen galon?” tanya Sasa, “enggak,”
jawabku bingung sambil geleng kepala. Sasa balik tanya ke si cowok atas nama
siapa pesenan galon itu. Mekar !! jawab si cowok sedikit tertawa ragu, Mekar ?
Sasa juga tertawa kaget mendengar nama itu, aku hanya nyengir kebingungan.
“Mekar siapa? Disini gak ada yang
namanya Mekar, mungkin salah alamat” aku menjelaskan pada si cowok
galon. “Bener kok disini alamatnya” si
cowok menegaskan. “coba tanya ke flat
sebelah, mungkin ada yang namanya Mekar” aku memberi saran. Ooh yaudah
makasih kata si cowok galon lalu menutup pintu pergi. Sasa curiga, gak biasanya
tukang galon buka pintu sendiri, lagian gak keliatan tuh cowok bawa galon,
penampilannya juga bukan macam tukang galon.
Coba
lihat keluar, mastiin siapa dia sebenarnya, aku menyuruh Sasa, dia keluar agak
lama. Saat kembali wajahnya penuh curiga. Cowok galon itu gak tanya ke flat
sebelah, malah ada cowok lain mungkin temennya. Tapi tukang galon biasanyakan
sendiri, tadi mereka berdua naik motor, di motornya juga gak keliatan ada
galon. Aku jadi was-was siapa cowok itu, sembarang buka pintu gak pake ketok
dulu. Mending sekarang pintu depan di kunci aja biar aman, Sasa mengangguk.
Seminggu
semenjak kejadian malam itu, aku dan Sasa sudah hampir melupakannya. Malam Minggu
ini menu kami berbeda dari biasanya. Nasi goreng ati ampela, hemm lama juga gak
makan nasi goreng, di tengah-tengah menikmati makan malam, terdengar pintu
depan di ketuk-ketuk, “Air..!!” kali
ini terdengar seperti tukang galon asli. Tapi ini malam Minggu, semua anak kos
keluar, kecuali aku dan Sasa, hehe... aku dan Sasa hanya diam, barangkali ada
anak kos yang pesan galon. Pintu terus di ketok-ketok “Aiirr..!! mbak ..!!” si tukang galon belum ada yang menjawab,
memang gak ada anak kos yang tinggal, Sasa pergi membukakan pintu, aku menengok
dari kamar, nampak tukang galon beserta galonnya.
“Pesen galon mbak?” tanya si
tukang galon, “enggak, atas nama siapa
mas?” Sasa tanya balik. “Mekar”
jawab tukang galon. Mataku terbelalak, tanganku menutup mulut yang menganga
kaget. Sasa tertawa mendengar nama itu lagi. “disini gak ada yang namanya Mekar, mas salah alamat kali !” jelas
Sasa ke tukang galon. “tapi bener sini
alamatnya, kos Frozen lantai satu, atas nama Mekar, mungkin ada temennya yang
pesen pakai nama itu ?” tukang galon juga menjelaskan. “Gak ada mas, gak ada yang namanya Mekar dan gak ada yang pesen galon
deh kayaknya soalnya anak kosan lagi pada keluar, suma ada saya sama temen saya
itu, juga gak pesen galon” Sasa kembali menegaskan.
Obrolan
Sasa dan tukang galon berlangsung beberapa menit, si tukang galon akhirnya
menyerah dan pergi membawa serta galon pesanan Mekar yang entah siapa Mekar
itu. Aneh waktu itu si tukang galon yang
mencurigakan , karena gak keliatan kayak tukang galon, sekarang beneran tukang
galon yang dateng, tapi keberadaan Mekar yang mencurigakan. Siapa si Mekar,
padahal disini gak ada yang namanya Mekar, tiap pesen galon juga pasti pake
nama asli. Aku dan Sasa kebingungan berdiskusi siapa yang salah, tukang galon
iseng atau nyasar, atau mungkin si Mekar yang iseng. Tapi si tukang galon
barusan asli tukang galon dan dia juga bingung siapa yang pesen galon atas nama
Mekar. Kalau yang waktu itu gak tau cowok iseng darimana yang ngaku-ngaku jadi
tukang galon. Tapi, tapi, tapi ...yang jadi tanda tanya besar ialah, ada atau
gak sih yang namanya Mekar?.
“Waaahh..... ini adalah misteri
galon Mekar” bisik Sasa sambil mengerutkan matanya. “Sebelumnya, aku belum pernah denger nama
Mekar” tambahnya. “Aku juga bingung,
dua tukang galon menanyakan nama yang sama di alamat yang sama, kebetulan
banget alamat dan namanya sama padahal keduanya salah” aku bergumam curiga.
“Hiii..... bener-bener deh ini malam
Minggu yang horor !!!” kata Sasa berteriak, misteri galon Mekar ..!!!!!!!
#Yogyakarta_28/10/2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar